Sabtu, 24 Januari 2015

Rapat Evaluasi a.k.a Liburan di Lembah Bukit Hijau

Tidak seperti biasanya nih, rapat evaluasi kegiatan praktikum lab selama satu semester (Fisdas I) tidak dilakukan di "rumah sendiri" alias laboratorium tercinta. Kali ini sangat menyenangkan sekali, rapat evaluasi sekaligus jalan-jalan menghilangkan segala kepenatan selama "jaga" lab. Menyatukan jadwal dua angkatan dan enam jurusan yang berbeda bukanlah hal yang  mudah. Dari jauh-jauh hari kita menentukkan jadwal, tetap saja sempat berganti hari karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Dijadwalkan dan ditetapkan kembali waktu yang tepat, namun tetap saja faktanya ketika hari-H ada yang tidak bisa hadir dengan berbagai macam alasan. Sebenernya evaluasi itu kegiatan yang paling penting loh, apa saja yang telah dilakukan, kendala apa saja yang kita hadapi dan kita menentukkan solusinya. Semua itu dijadikan pelajaran yang berharga untuk kedepannya agar tidak terjadi dan terulang kembali. Masa iya mau jatuh ke lubang yang sama? Malu dong sama kucing, meong, meong, meong. Hahaha.

Sudahlah, gak  mau ambil pusing, yang pasti kita refresh-ing! Wohooooo!

Direncanakan, kita mau bermalam nih di villa saudaranya Fuji di daerah Mancak. Mungkin ada yang belum tau Mancak itu dimana, Mancak itu di provinsi Banten termasuk ke dalam wilayah Serang, tapi masih nyerempet Cilegon. Katanya sih disana bisa karaoke-an terus nanti kita bakar-bakaran gitu. Jujurnya sih, awalnya gak terlalu tertarik, karena villa di daerah Mancak... ya gitu. Paling kita nanti ritmenya... sampai-makan-rapat-tidur-pulang. Toh, cuma villa, ya kaya rumah biasalah, tak ada sesuatu yang istimewa.

TAPI TERNYATA...

Kita berangkat dari kampus tercinta setelah solat Magrib. Jalanan menuju kesana oke banget loh, berlika-liku, pas-pas-an lebarnya, naik turun kaya pegunungan. Toh nyatanya memang memasuki wilayah perbukitan gitu. Udaranya sejuk banget dan sedikit berkabut. Lokasi tepatnya itu di daerah Mancak jalur menuju Anyer. FYI aja sih, Jalan Mancak ini bercabang menjadi dua, ke arah Serang dan ke arah Anyer. Nah diperjalanan melihat ada suatu yang menarik dari kejauhan. Masih kurang jelas, tebingan ditepinya itu ada semacam Danau. Banyak lampunya warna-warni. Wah bagus! Dan ternyata.... kendaraan kita belok, masuk ke tempat itu.

Nah kaya gini penampakannya kalau siang

"Waw Keren!" kesan pertama dalam hati. Ini sih bukan villa lagi namanya, tapi apa ya yang cocok sebutannya. Jadi tempat ini ada semacam Aulanya yang gede banget dilengkapi sound system yang bagus, ada tennis meja nya dan ada tempat permainan outbound gitu. Pokoknya gede banget deh dalam satu wilayah, cocok banget buat acara besar, kumpul keluarga, gathering acara kantor atau apapun.

Setibanya disana, kita langsung menuju ruang kamar tidur, istirahat sejenak dan langsung main tennis meja yang menggoda semenjak tadi. Sebagian ada yang masak-masak dan bakar-bakar untuk makan malam. Setelah itu, ada yang main kartu, main PES dan tidur berjamaah hahaha. 

Makan malam bersama

Cuci piring setelah makan *pencitraan*
Eeeitss, sebelum tidur ada kejutan nih. Ternyata, hari itu Yuzwan ulang tahun loh. Selamat Ulang Tahun Yuzwan :) WYATB! Itu kue buatan Fuji loh, katanya first time buat cupcake dan enak :9


Keesokan harinya, setelah Solat Subuh biasanya sih tidur lagi. Eh tapi pagi-pagi buta begini malah pada semangat buat main tennis meja. Akhirnya olah raga pagi lagi, setelah sekian lama gak pernah olah raga pagi hahaha.


Langit sudah agak terang, waktunya kita jalan pagi bersama mengelilingi "villa" dan ternyata tertulis tempat ini namanya Lembah Bukit Hijau! Lebih tepatnya Wisata Lembah Bukit Hijau. Kaya gini niih...


Jalan-jalan pagi menyegarkan ini lumayan mengeluarkan keringat lho. Gimana nggak, jalannya menanjak perbukitan, lumayan tinggi, kiri kanan tebing pemandangan hutan yang luas. 

 

Selama perjalanan, kita menghadapi beberapa rintangan outbound gitu, yang pertama namanya apa ya, sebut saja jaring laba-laba, maaf kalau salah, masih awam haha. Jadi, ada jebakan jaring laba-laba gitu, kalau mau melewati jalan itu, kita harus naik-in itu sarang laba-labanya.

Alhamdulillah punya badan besar berotot kekar, jadi mudah sekali melewati rintangan yang satu ini. Terus, ketemu juga, sebut saja jembatan goyang untuk melatih keseimbangan berjalan.  Ah sangat mudah! Lolos!

Sebenernya masih banyak yang kita temui disana, semacam rumah pohon, tapi sepertinya rusak, jadi tinggal tangganya aja. Terus juga ada flying fox. Sayang aja, gak ada petugasnya, jadi cuma bisa foto bareng aja sama talinya.
Dari tempat flying fox ini, kita bisa melihat pemandangan danau yang terletak di depan "villa" ini. Padahal pengen banget loh naik cano di danau itu, cuma sayang lagi, cuaca kurang mendukung, turun hujan.

Yaudahlah ya, daripada bersedih hati, lebih baik kita bersenang-senang, menikmati permainan layaknya masa kecil kurang bahagia. Main ayunan, permainan abadi semenjak dahulu kala.
Yang ini masih masuk akal.....

Yang ini...... bisa jebol tuh ayunannya -__-"
Oh iya, di villa ini juga ada pohon durian loh. Baru kali ini ngeliat pohon durian berbuah dari jarak dekat. Itu buahnya banyak banget diatasnya, tapi masih kecil-kecil. Sebenernya gak terlalu kaget juga, karena emang daerah Mancak ini terkenal sebagai Kampung Durian, salah satu penghasil Durian. Durian Mancak! Belom nyobain sih gimana rasanya hmmm...



Begitulah rapat evaluasi alias liburan ala Asisten Laboratorium Fisdas tahun ini. Berasa banget liburannya. Cuma sangat amat teramat disayangkan, tidak semuanya bisa hadir disini. Padahal, Gak Ada Loe Gak Rame Bro & Sis! Semoga kedepannya kita makin "kompak" dan tak akan pernah ada "tembok" yang terbentuk diantara kita. Kita tetap SATU dalam ikatan keluarga Asisten Laboratorium Fisika Dasar FT UNTIRTA 2014/2015. 

Oh iya, sekali lagi Lembah Bukit Hijau ini sangat "oke" banget tempatnya. Keren!! Semoga suatu saat nanti bisa "bermain" lagi di tempat ini.

-rizkyfadh-

Sabtu, 17 Januari 2015

Ini Namanya Takdir, TWA Mangrove Muara Angke!

Alhamdulillah.... akhirnya hutang sudah lunas. Setelah sekian lama rencana perjalanan ini, sampai berganti tahun akhirnya terlaksana juga. Sejarahnya dulu begini nih, pengen banget ngajak temen buat main ke Jakarta, ke tempat yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya. Maklum, beberapa teman ada yang berasal dari pulau seberang nun jauh disana atau bahkan di luar angkasa planet antah berantah. Aduh jangan bahas ini lagi, cukup dipostingan sebelumnya aja haha. Tempat yang dikunjungi itu ke Planetarium, TIM Jakarta Pusat. Pfft, tempat ini mah kunjungan anak sekolah banget. Dulu juga udah pernah kesini waktu zaman SD. Nah kebetulan juga, pengen kesini lagi nih, penasaran aja sih dan temen-temen juga sangat tertarik kesini. Katanya belum pernah, dan penasaran mau liat planet luar angkasa kaya gimana bahaha. Tercapailah kunjungan ini tahun lalu. Iya tahun lalu, tepatnya tanggal 17 May 2014 bersama Alif dan Vivi.




Sedikit info, Planetarium itu terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Nah, TIM ini di daerah Cikini, jadi kalo mau kesini salah satu sarannya yang gampang sih naik kereta aja turun di Stasiun Cikini. Dari stasiun kalo kuat jalan, silahkan jalan, bisa ditempuh kok (pernah jalan juga). Atau mau gampangnya naik bajaj dengan tarif cukup menengah (?) 20 ribu, soalnya muter-muter, lewat jalur belakang gitu. Kalo pulangnya justru malah lebih murah, waktu itu dari TIM ke Stasiun Cikini 10 ribu. Inget, DULU loh ya. Nah, dulu juga, tiket ke Planetarium itu untuk umum 7 ribu, dan ada jam-jam pertunjukkannya, lebih lengkap lagi cek websitenya aja ya.

Singkat cerita, setelah pertunjukkan selesai itu sekitar jam 4 sore, dan katanya masih mau ke tempat apa aja yang ada di Jakarta. Sayang aja sama waktu dan kesempatan kalo cuma ke Planetarium. Akhirnya gw bilang pengen ke suatu tempat yang kayaknya bagus dan pengen banget gw kunjungi. Tempatnya itu di daerah Muara Angke macam tempat wisata alam mangrove gitu. Ah sebenernya udah tau lama juga ini tempat karena ngeliat foto... ngeliat foto.... #nyesek #nggakkuatcerita Ng.. ng.. ngeliat foto seorang wanita bersama kekasihnya tercinta di tempat itu. Dia naik perahu gitu terus diposting di instagram ada lope lope nya. Sempet menghela nafas beberapa kali, karena status di KTP masih belum berubah, masih BELUM KAWIN, jadi bingung kan kesana sama siapa, ditambah kenapa dia pergi bersama....  (?) Hmm *skip*

Dengan bermodalkan nekat dan bekal petunjuk mbah google, kita melesat dari Planetarium -TWA Muara Angke lewat jalur kereta, dari Stasiun Cikini menuju Stasiun Angke. Asli ini gak tau bener apa enggak, udah gitu keretanya datengnya lama banget. Akhirnya sampai sana sekitar jam 5 lewat dan bingung. Nanya satpam gak tau, katanya naik angkot apa gitu lupa. Mungkin lebih baik naik bajaj. Sekian banyak bajaj yang kita hampiri berbagai alasan menolak kita. Gak tau, jauh, macet, terakhir gak bisa dinego lagi tarifnya. Dan akhirnya perjalanan kita hentikan sampai sini. Khawatir emang macet, nyasar, udah ke sorean juga, percuma kan jauh-jauh kalo ternyata kesana udah tutup. Kalaupun masih buka, apa yang bisa diliat kalo hari sudah gelap. Semenjak hari itu, kita berjanji, suatu hari nanti kita akan melanjutkan petualangan kita yang tertunda!

Waktu terus berlalu dan akhir-akhir ini muncul isu lagi kalau kita mau ke tempat ini lagi. Alif dan Vivi merencanakan liburan awal tahun 2015, tepatnya tanggal 2/3/4 Januari. Syarat keberangkatan dari gw cuma satu, terserah siapa aja yang mau ikut, yang penting harus ada cowo lagi yang ikut. Alhasil, pada tanggal 2 Januari itu akhirnya batal, karena tiba-tiba temen cowo yang mau ikut itu gak ada kabar. Entah ada angin apa, ada obrolan lagi dikampus kalo kita tetep jadi jalan kesini, tanggal 8 Januari. Oke fix tanggal ini, dan makin banyak yang ikut. Otomatis, sehari sebelumnya, gw pulang ke Jakarta. Baru banget sampe rumah Jakarta, tiba-tiba ada kabar kalo perginya gak jadi tanggal 8, diubah menjadi tanggal 9 karena ada sesuatu hal. Cukup membuat tarik nafas dalam-dalam, berpikir panjang, muter kepala juga, karena sebenernya ada agenda lain yang dikorbankan di tanggal 8 dan 9 ini.

Okelah, kapan lagi membuat temen-temen tersenyum bahagia, akhirnya gw meng"iya"kan tanggal 9 itu untuk pergi. Dan entah kenapa lagi, keesokan harinya, tiba-tiba ada kabar banyak yang gak jadi ikut. ............. Hmmm gak bisa komentar apa-apa.... tanpa a i u e o lagi, siapapun yang bisa harus tetep jadi, ada cowoknya apa enggak terserah lah. Dan... inilah yang namanya takdir! Setelah sekian lama rencana, gonta-ganti jadwal, gonta-ganti orang yang mau ikut, akhirnya yang berangkat cuma TETAP kita bertiga, gw, Vivi, Alif, dan ternyata ada satu orang lagi yang bisa ikut, Amel. Tetap SEMANGAT!

Alif, Vivi dan Amel berangkat dari Cilegon dan kita ketemuan di Pasar Rebo setelah sholat Jumat. Mau sih ceritain ke"rempong"an pertemuan kita ini, tapi.... jangan deh, udah cukup rempong juga ceritanya hahaha. Dari Pasar Rebo ini, kita masuk pintu tol TB Simatupang. Nah, dari sini kita lewat jalur tol yang cukup terbilang jalur baru nih. Namanya Lingkar Luar Barat. Intinya, kita mengarah ke Bandara Soekarno Hatta, tapi inget ya, di percabangan terakhir kita ambil jalur yang ada bacaan Pluit. Cukup simpel kan, masuk tol keluar tol, langsung sampai ke Taman Wisata Alam Mangrove Muara Angke.

Jadi, TWA Mangrove ini masuk ke dalam perumahan Pantai Indah Kapuk, lebih tepatnya di belakang Vihara yang super gede itu, namanya Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Liat nih, gede banget kan....


Amel dan Alif
Nah itu dia penampakannya, baru keluar tol langsung nemuin gedung ini, dan komentar pertamanya... "Mau foto disini...." -___- Yaudah, pulangnya aja diturutin haha.

Sedikit info, jadi untuk bisa masuk ke taman wisata ini, perlu menyiapkan beberapa hal nih, tentunya pertama tiket, perorang dikenakan biaya sebesar 25 Ribu, dan parkir mobil itu 10 ribu. Di taman ini dilarang membawa kamera digital apalagi kamera profesional semacam SLR anak gauk gitu. Bukan dilarang sih, boleh-boleh aja asalkan punya modal 1 juta rupiah. Ini asli gak boong loh ya. Nah, kalo saran dari gw, jangan lupa bawa makanan dan  minuman yang banyak,  karena pada waktu itu gak ada yang jualan sama sekali, mungkin karena hari biasa. Saran yang kedua, pake lotion anti nyamuk terserah merek apa aja, karena yang namanya hutan, apalagi hutan mangrove yang banyak genangan air gitu, pasti banyak nyamuk. Kemarin aja udah pake lotion tetep digigitin. Ini sih faktor orangnya ya, karena terlalu manis, nyamuk pada suka haha. Saran yang ketiga, bawa tongsis atau apalah yang bisa menunjang kenarsisan, karena walaupun terbilang cuma hutan, tapi pemandangannya cukup oke, alam naturalnya dapet banget. Saran terakhir, pake sepatu atau sendal jangan yang licin yah, karena kalo mau lihat mangrovenya lebih deket lagi, kita harus menyusuri jalan yang alasnya itu kayu-kayu, bulet batangan gitu. Nah, siapin juga tenaga! Wilayahnya gede juga loh, kemarin aja belom semuanya ke jajak -___-

ALHAMDULILLAH! akhirnya menginjakkan kaki juga disini...

Pertama kali masuk, hal yang menarik perhatian adalah kumpulan mangrove yang ditanam oleh beberapa orang penting, instansi pemerintahan, industri dan lain-lain. Nah, ternyata ada juga Mangrove yang ditanam oleh Presiden RI, tapi yang jadi pertanyaan Presiden yang mana yah........ haha cuma tertulis Presiden Republik Indonesia aja soalnya.



Presiden yang mana yah... (?)

Setelah area ini, yang lebih menarik perhatiannya itu ada danau, dan kita bisa naik perahu, cano atau atau apalagi gitu. Ada dermaganya. Akhirnya kita memutuskan naik perahu aja, kapasitas 6 orang, cuma merogoh kocek sebesar 100 Ribu saja per perahu selama 45 menit.









Akhirnya merasakan juga dayung perahu sendiri. Ternyata gak mudah ya jadi nahkoda (?), lumayan berat, panas juga nih otot tangan, dan ada tekniknya tersendiri, kadang kebawa angin juga atau salah dayung salah arah sampe sempet nabrak pulau mangrove (?) Hahaha.

Setelah puas mendayung, kita beralih ke spot berikutnya, ada jalan yang panjang, teduh tertutupi pohon-pohon sekeliling jalan tersebut. Jalanannya terbuat dari kumpulan batang pohon. Setelah menelusuri jalan panjang tersebut, kita menemui jembatan yang cukup indah. Ada dua jembatan.




 


Nah ini kita sampai di jembatan pertama. Angin disini berhembus cukup kencang, liat aja noh, jilbabnya pada berantakan, rambut gw juga udah makin gak karuan haha.



Gak jauh dari jembatan pertama, kita sampai di jembatan kedua. Angin dijembatan kedua ini makin kenceng banget. Dari sini juga kita bisa ngeliat pemandangan lebih luas, melihat penginapan yang unik dari kejauhan. Diatas langit juga gak ada henti-hentinya liat pesawat bolak-balik, naik turun. Mungkin karena emang deket banget sama Bandara Soekarno kali ya.




 

#EDISIGALAU

Ternyata eh ternyata, jalan panjang yang telah kita telusuri itu berujung ke sebuah jalan, yang terhubung dengan jalan pintu masuk (pengecekan tiket) TWA Mangrove Muara Angke ini. Lumayan jauh juga kan? Berhubung sudah masuk waktu sholat ashar, kita menuju masjid yang berada di pintu masuk utama waktu pembelian tiket. Masjidnya bagus banget, semuanya terbuat dari kayu dan berada diatas danau gitu. Dari masjid ini, pemandangannya juga gak kalah bagus sama di dalam tadi. Liat nih, bukannya langsung sholat, malah narsis dulu.




Karena waktu semakin gelap, akhirnya kita memutuskan untuk mengakhiri perjalan di TWA Mangrove ini. Agak berat sih sebenarnya, karena ada beberapa spot yang belum dikunjungi seperti tempat penginapannya yang unik diatas danau mangrove, pemandangan burung (?) semacam menara tingkat, dari sini kita bisa liat pemandangan dari ketinggian, dan area pesisir pantai diujung taman ini.

Seperti biasa, sayang banget, jauh-jauh dari Cilegon cuma satu tempat yang dikunjungi. Berhubung dari siang sebenernya kita belum pada makan, jadi kunjungan berikutnya yaitu restoran atau rumah makan. Mikir keras banget mau ngajak kemana ya. Pada minta makan dipinggir jalan aja tapi nanti pergi ke taman-taman yang ada di Jakarta. Gak banget kan, taman-taman di Jakarta, di jam pulang kerja gini, yang diliat ya kemacetan Jakarta. Hmmm.

Akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Sentul, yaitu menuju Pasar Ah poong. Berhubung sebelumnya pernah diajak kesini nih, kan lumayan pemandangannya, suasananya oke banget. Dari ujung ke ujung banget gak sih, Utara ke Selatan, malah Bogor haha. Alhamdulillah, jalanan masih bisa diajak kompromi, untung ada tol baru itu, jadi jam 6 lewatan udah sampe di Lebak Bulus, dan mulai dari sinilah kemacetan terjadi. Pikir pikir pikir... melanjutkan atau tidak, karena emang ternyata jalanan tol menuju sentul itu macet banget. Setelah berdiskusi akhirnya kita tetap melanjutkan perjalanan, dan tibalah disana sekitar jam setengah 9an malam.



Suasana malamnya oke banget disini, cuma sayangnya kalo malam hari gini gak keliatan pemandangannya. Tapi gapapalah, mereka juga pada seneng dengan suasananya. Gak banyak foto disini, karena itu tadi, cahayanya gelap, harus pake kamera profesional. Dan akhirnya kita makan malam rangkap dengan makan siang tadi.






Kira-kira jam 10an, sebelum pulang, gak lupa buat sholat dulu, di Masjid Andalusia. Alhamdulillah dikasih kesempatan untuk solat disini lagi. Dan setelah solat akhirnya pulang dan ceritanya cukup sampai disini.
Padahal masih............... bahahahaha skip aja.

Terima kasih, semoga teman-teman puas, senang dan bahagia. Kapan lagi bisa membuat orang-orang terdekat kita tersenyum lebar, semoga menjadi salah satu bagian hidup yang tak akan pernah terlupakan dan selalu dikenang.


~~oo0oo~~


Eeeeitss, sebelum postingan ini ditutup, mau ngomong sesuatu. Sebenernya, kunjungan ke TWA Mangrove Muara Angke ini bukan untuk yang pertama kali nih hehe, tapi yang kedua. Yang pertama itu waktu tanggal 2 Agustus 2014, bersama Aan dan keluarga, Kak Ella dan Lisa. Waktu itu juga kesini merengek dengan alasan yang sama hihi. Walaupun gitu, gak pernah bosen untuk kesini. Kalo dulu malah gak jalan-jalan mengelilingin taman mangrove sampai ke jembatan-jembatan yang tadi diceritakan, karena pada waktu itu, jembatannya baru aja rubuh, jadi tidak bisa dilewati. Waktu itu juga gak naik perahu atau apapun, karena sabtu minggu itu antrinya luar biasa. Nah, jadinya ke pesisir pantai aja nya tapi tetep aja, ternyata masih dalam tahap pembangunan.




Kesan pertama waktu itu, lumayan jauh, kok rame ya padahal belum banyak yang tau (gw kali yang gak tau haha), mungkin sedang proses menuju "terkenal" dan lumayan bagus untuk foto-foto bertemakan alam. Ternyata Jakarta masih punya tempat wisata yang "hijau-hijau" gini. Penasaran? Selamat berlibur bersama teman, keluarga, kesayangan Anda! :)